Banyak sekali kisah dimana menceritakan mengenai perjuangan hidup seseorang. Adapun Kisah tersebut biasanya dijadikan sebagai inspiratif bagi sebagian orang. Pelajaran ini juga menyadarkan kita tentang bagaimana cara kita untuk dapat hidup sederhana, bahagia, dan memuaskan.

Selain itu, tak jarang juga kisah-kisah tersebut dijadikan sebagai pelajaran hidup bagi sebagian orang. Dengan begitu, mereka pasti akan menjadi orang yang lebih sadar dalam menjalani kehidupannya.

Berikut merupakan cerita berjudul Batu, Kerikil, dan Pasir yang bisa membuat kalian mengerti bagaimana cara membuat prioritas dalam hidup kalian.

Analogi Cerita Ispiratif: Batu, Kerikil, dan Pasir

Di awal kelas filsafat di sebuah universitas, ada sebuah professor yang berisi dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Ia membawa sebuah toples mayonnaise kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, serta pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran.

Mereka bertanya-tanya apa yang akan professor itu lakukan dan mencoba menebak demonstrasi apa yang akan terjadi. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, professor mulai meletakkan batu-batu kecil tersebut ke dalam toples mayonnaise satu per satu. Para siswa pun bingung, namun professor tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu.

Setelah batu-batu ini sampai ke leher toples, professor bicara untuk pertama kalinya. Ia bertanya kepada para siswanya apakah mereka pikir toples tersebut telah penuh. Para siswa sepakat bahwa toples tersebut telah penuh. Professor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples.

Batu Kerikil Pasir

Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. Professor lalu mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat pada toples.

Ia lalu bertanya lagi kepada siswanya apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali sepakat bahwa toples tersebut telah penuh. Para mahasiswa sekarang tahu apa yang akan dilakukan oleh professor selanjutnya. Namun mereka masih tidak mengerti kenapa professor melakukannya.

Professor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayonnaise. Pasir tersebut mengisi setiap ruang yang tersisa pada toples. Professor untuk terakhir kalinya bertanya pada muridnya apakah toples tersebut telah penuh dan jawabannya adalah iya, toples tersebut sudah penuh.

Professor itu kemudian menjelaskan bahwa toples tersebut merupakan analogi untuk kehidupan. Ia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu kesehatan, pasangan, anak-anak, dan semua yang membuat hidup kita lengkap.

Ia kemudian membandingkan kerikil dengan hal-hal yang membuat hidup nyaman seperti pekerjaan, rumah, dan mobil. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting dalam hidup anda.

Batu Kerikil Pasir

Professor menjelaskan, jika menempatkan pasir terlebih dahulu kedalam toples, maka pasti tidak aka nada lagi ruang bagi hal besar nan berharga.

Pesan Moral:

“Perhatikanlah segala sesuatu yang penting demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan juga waktu bersama dengan anak-anak serta keluarga kalian”

“Selesaikan pekerjaan ketika kalian berada di kantor. Bukan pada saat kalian sedang bersama dengan keluarga. Dendam terhadap seseorang tidak akan bermanfaat bagi kalian.”

Jadi, kalian harus bisa memprioritaskan serta membedakan antara batu, kerikil, dan pasir.

Itulah cerita inspiratif yang diharapkan dapat membuat anda menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selalu jaga lah keluarga serta anak-anakmu agar terhindar dari sesuatu yang buruk. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih