Nilai dari Serial : Girl From Nowhere

Serial Netflix Original memang kerap kali menjadi tayangan menarik untuk disaksikan. Kisahnya segar dan membuat kita tertarik untuk mengikutinya. Ada satu serial yang wajib menjadi tontonan untuk kamu yang sudah cukup umur, yaitu Girl from Nowhere. Serial ini tidak hanya sekedar menunjukkan sisi kelam kehidupan sekolah, tetapi juga menayangkan apa yang terjadi pada sekolah – sekolah di Thailand.

Terinspirasi dari insiden nyata yang korbannya merupakan siswi dari 13 sekolah. Kemudian diceritakan kembali menjadi takdir dari korban yang menjadi pemenangnya. Selain itu serial ini juga menjadi titik untuk bisa meningkatkan kesadaran kalau sekolah tidak selalu menjadi tempat yang aman untuk mengenyam pendidikan.

Girl From Nowhere sendiri mengisahkan serangkaian cerita dari sosok bernama Nanno. Ini merupakan serial dengan genre Thriller Psikologis dari Thailand.

Pada setiap sepisodenya terdapat cerita baru yang diangkat. Mereka mengangkat kisah anak – anak sekolah yang merupakan kelas atas. Kisah yang diangkat juga menceritakan mengenai keseharian di sekolah, jadi yang menonton measa dekat dengan apa yang dikisahkan.

Nanno, seorang perempuan yang setiap kali berpindah sekolah. Selain itu Nanno digambarkan sebagai sosok yang jenius, memiliki paras cantik, dan bisa mengalihkan perhatian lawan jenis dengan mudah.

Pada awal serial, memang tampak seperti kisah horror. Nanno digambarkan menjadi sosok yang mewakili jiwa para remaja. Ia juga tidak pernah melepas baju seragamnya, benar – benar menunjukkan kalau ia merupakan siswi sekolah.

Setiap muncu, Nanno langsung menjadi pusat perhatian karena karakternya yang terkadang ceria, parasnya yang cantik, dan pembawaannya yang menyenangkan.

Salah satu episode yang akan kami bahas adalah episode 3, di mana Nanno berjumpa dengan seorang gadis yang ingin menjadi jenius. Ia iri terhadap temannya seketika menjadi jenius, begitu juga dengan Nanno yang baru masuk 2 minggu sudah berada pada deretan siswi jenius.

Hingga suatu ketika, Nanno mempengaruhi atau memberikan ide pada siswi bernama Mew itu untuk mengambil gambar dari internet, lalu dicetak dan dimodifikasi sedikit.

Karena terpepet kondisi orang tua dan guru yang terus mendesak, akhirnya Mew mengikuti saran Nanno. Akhirnya cara itu berhasil membuatnya pada puncak popularitas. Nanno memang ikut andil dalam kesuksesan Mew, tetapi Nanno juga yang membuat Mew terpuruk dalam depresi.

Mew memang dianggap menjadi siswi jenius, tetapi setelahnya ia mengalami kesulitan. Karena tidak benar – benar pandai melukis, ia tidak bisa menunjukkannya pada orang – orang. Tetapi karena sudah dipercaya jenius dalam melukis, ia panik ketika diminta untuk melukis secara langsung.

Karena setres, Mew memutuskan untuk merusak tangan kanannya. Ia meminta bantuan temannya, namun temannya itu tentu tidak berani melakukannya. Akhirnya Mew memukul tangannya sendiri dan membuatnya seakan temannya itu yang memukul tangannya. Sehingga ia tidak dikira lari dari tanggung jawab.

Tetapi Mew sebelumnya pernah memposting kalau dia bisa menggambar dengan menggunakan tangan kiri, Nanno yang menunjukkan postingan tersebut pada guru dan orang tua Mew. Mew tentunya menjadi kesal dan semakin frustasi.

Saat dipanggung, Mew menangis dan ketakutan. Saat itulah datang orang yang mengatakan hasil karya Mew merupakan hasil jiplakan, hanya saja dibantah oleh kepala sekolah yang malah menjatuhkan siswi yang dari sekolah lain tersebut. Mew tampak menyesali perbuatannya, namun karena gengsinya, ia tetap menutupi fakta tersebut.

Dari sini kita bisa memetik pelajaran, jika berbuat curang nantinya kita sendiri yang akan susah. Sebaiknya berlaku jujur meski hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *