Taeyang BIGBANG : Perjuangan Keluar dari Kemiskinan

Saat ini Taeyang BIG BANG dikatakan sebagai salah satu idol paling sukses. Ia bersama dengan grupnya, BIG BANG, memulai karirnya sejak tahun 2006 lalu di bawah asuhan YG Entertaiment. Namun untuk menapai semua kesuksesan yang kini ia raih, tentunya jalan yang ia tempuh tidaklah mudah.

Jarang yang mengetahui apa yang sudah Taeyang lalui untuk bisa berada pada posisinya saat ini. Pelantun Darling ini bukanlah dari keluarga yang kaya raya, ketika ia masih berusia 13 tahun keluarganya bahkan mengalami dampak dari krisis ekonomi yang melanda Asia, termasuk Korea Selatan.

Saat itu pemerintah Korea Selatan mengalami pailit kerena utang luar negeri. Kala itu mata uang korea mulai jatuh dan para investor mulai menarik sahamnya di Korea. Ini menyebabkan banyak perusahaan bangkrut dan membuat mereka terpaksa harus memecat para karyawan.

Ini yang membuat keluarga Taeyang sulit dan hanya mengandalkan tabungan mereka untuk bisa bertahan hidup. Namun karena terbatasnya jumlah uang tabungan membuat Taeyang terpaksa harus berhenti sekolah.

Meski kala itu ia masih sangat muda, ia nekat untuk meninggalkan keluarganya dan mencari pekerjaan di kota agar bisa membantu perekonomian keluarganya. Saat krisis terjadi, taeyang megaku ia masih berusia 4 SD. Ia juga kurang paham apa yang terjadi, namun pada satu sisi ia sangat membenci kala itu.

Namun, pada sisi lainnya ia dapat menemukan sesuatu yang bisa membantu dirinya dan keluarga untuk keluar dari keadaan tersebut.

Peduli akan masa depan Taeyang, ibunya mengirim Taeyang ke rumah bibi-nya untuk bisa tetap melanjutkan sekolah. Ketika itu keluarga Taeyang benar – benar sudah tidak mampu untuk membiayai sekolah Taeyang. Dengan bantuan dari sang bibi, akhirnya Taeyang dapat melanjutkan sekolah dan bisa masuk ke akademi seni bersama dengan sepupunya.

Saat ia berada di banku 6 SD, ia mendengar kalau YG Entertaiment sedang mengadakan audisi untuk menjadi model cilik di video klip jinusean. Taeyang berhasil lulus audisi dan mendapatkan kesempatan sebagai jinusean kecil dalam video klip A-Yo.

Itulah yang membuat Taeyang mengenal musik hiphop. Itu juga yang membuat Taeyang ingin menjadi seorang penyanyi. Karena hal itu ia menghubungi Yang Hyun Suk, pemilik dari YG Entertaiment dan meminta padanya untuk dijadikan sebagai seorang trainee.

Namun sayang, Yang Hyun Suk sempat mengacuhkan Taeyang dan tidak memberikan anak kecil itu jawaban. Namun, usaha Taeyang tidak berhenti sampai disitu saja, ia pun pergi ke kantor YG Entertaiment yang kala itu masih berada di Hapjeong untuk bisa bertemu langsung dengan Yang Hyun Suk.

Yang Hyun Suk lalu memberikan kesempatan pada Taeyang untuk bisa melakukan audisi di YG entertaiment. Akhirnya Taeyang lulus dan menjadi seorang trainee.

Keputusan Taeyang untuk menjadi penyanyi ini tidak dilarang oleh keluarganya, namun mereka berkata jika suatu saat Taeyang kesulitan, keluarga tidak akan membantu, terutama dalam hal materi.

Perjalanan untuk bisa menjadi penyanyi tidaklah semudah itu, Taeyang harus bisa menjalani kehidupan trainee yang sangat keras. Ia yang saat itu masih kecil merasa sedang mencoba bertahan di persaingan dunia nyata.

Kegiatan menjadi trainee dan pelajar tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan satu hari ia bisa melakukan beragam rutinitas, seperti bersekolah, berlatih, sampai mengerjakan tugas. Ia biasanya tidur setelah jam 3 pagi.

Akhirnya setelah bertahun – tahun menjalani masa trainee, Taeyang bersama dengan G-Dragon, Daesung, TOP, dan Seungri debut di tahun 2006. YG kala itu hanyalah agensi kecil dan BIG BANG dianggap kurang menarik penggemar. Banyak produser acara tv yang menolak BIG BANG karena mereka dianggap kurang menarik.

Namun setelah lagu mereka berjudul Lies menjadi populer di Korea, itu menjadi awal dari kesuksesan BIGBANG. Itulah yang kini membuat nama BIG BANG menjadi salah satu boyband paling disukai oleh dunia.

Perjalanan Hidup Didi Kempot

Belum lama ini dunia seni Indonesia diguncang kabar duka, salah satu Maestro musik campursari kita, Didi Kempot, meninggal dunia. Beliau meninggal pada 5 Mei 2020 pukul 07.30 WIB di Solo Jawa Tengah pada usianya yang ke 53 tahun.

Berita ini sangatlah membuat semua pihak merasa terkejut karena terjadi secara tiba – tiba. Banyak orang yang mengucapkan bela sungkawa melalui media sosial. Ini membuktikan kalau Didi Kempot telah mengambil posisi di hati masyarakat.

Musisi yang memiliki julukan “The God Father of Brokenheart” karena lagu – lagunya yang memiliki nuansa patah hati ini memiliki perjalanan hidup yang inspiratif sebelum akhirnya berhasil menjadi Maestro terpandang di Indonesia.

Berikut ini sudah kami rangkum kisah dari perjalanan hidup Didi Kempot yang sangat inspiratif.

Kisah Hidup Inspiratif Didi Kempot

Sebelum terkenal, perjalanan karir Didi Kempot dimulai pada tahun 1984, ketika itu dirinya masih menjadi seorang pengamen. Dengan modal ukulele dan gendang, penyanyi ini mulai mengamen di Solo, Jawa Tengah, selama 3 tahun.

Kemudian ia pindah ke Yogyakarta dan menjadikan Malioboro sebagai tempat baru untuk menunjukkan keahliannya. Selama itu Didi Kempot menyanyikan keroncong dangdut yang kemudian masyarakat kenal sebagai musik campursari.

Di tahun 1988 penyanyi campursari ini akhirnya mulai menginjakkan kaki di Jakarta, inilah pertama kalinya kaset rekaman Didi Kempot dilirik oleh label Musica Studio. Namun sebelum itu, rekaman Didi Kempot kerap kali ditolak oleh studio rekaman.

Akhirnya di tahun 1989, ia mulai meluncurkan album pertamanya dengan salah satu lagu andalannya adalah Cidro. Lagu ini terinspirasi dari kisah asmara Didi Kempot yang tidak berakhir dengan baik. Jalinan asmara yang dia jalani tidak disetujui oleh orang tua. Inilah yang membuat lagu Cidro terdengar sangat menyentuh.

Sejak saat itu Didi Kempot sering kali menuliskan lagu dengan tema patah hati. Karir Didi Kempot tidak berhenti hanya sampai disitu saja, ia mulai mengepakkan sayap ke luar negeri di tahun 1993. Negara yang pernah ia sambangi adalah Amerika Selatan dan lagu Cidro membuat pamornya sebagai musisi yang terkenal di sana.

Benua Eropa tak luput Didi Kempot sambangi kala itu, tepatnya di tahun 1996. Bahkan lagu Layang Kangen ia garap dan rekam di Rotterdam, Belanda. Setelah itu di tahun 1998, Didi Kempot kembali ke Indonesia dan memulai lagi profesinya sebagai musisi.

Tak lama setelah kembali ke Indonesia, ia mengeluarkan lagu stasiun balapan pada tahun 1999. Ternyata lagu ini membuat karir dari Didi Kempot semakin menanjak. Dibuktikan dengan terus keluarnya lagu – lagu baru dari Didi Kempot yang selalu laris dipasaran.

Meski namanya sudah dikenal, Didi Kempot dikenal sebagai pribadi yang sangat rendah hati dan suka berbaur dengan penggemarnya. Pembawaannya sangatlah santai dan juga tampak apa adanya. Itu yang membuat dirinya mudah untuk diterima semua golongan. Bahkan golongan millennial banyak yang menjadikan Didi Kempot sebagai idola mereka.

Didi Kempot sendiri memperlakukan penggemar layaknya sahabat, ia bahkan tidak ragu untuk mengajak penggemar naik ke atas panggung untuk bernyanyi dan menari bersama. Dia sering memberikan motivasi kepada para penggemar agar tidak pernah menyerah dalam berkarya.

Kini Didi Kempot telah pergi meninggalkan kita selamanya, namun ia meninggalkan karya – karya yang tidak akan lekang oleh waktu. Semoga ia akan terus dikenang dengan baik di hati masyarakat Indonesia dan dunia.

Biografi Nelson Mandela

Rasisme memang hingga kini masih menjadi hal yang sayangnya dianggap lumrah bagi sebagian orang. Seperti mengejek orang dengan kulit yang hitam, mata yang sipit, atau mengikuti aliran agama tertentu. Belum lama ini dunia dihebohkan dengan kejadian menyedihkan yang terjadi pada George Floyd. Ia kehabisan nafas ketika seorang aparat polisi bernama Derek Chauvin menindih leher Floyd hingga ia kesulitan bernafas dan akhirnya meninggal dunia.

Kejadian ini menimbulkan protes dari berbagai tempat di dunia. Mereka meyakini kejadian itu dapat terjadi karena George Floyd merupakan ras kulit hitam. Inilah yang mendorong orang – orang di dunia untuk mendukung aksi Black Live Matter.

Tapi tahukah kamu sebelum aksi ini digelar, sudah banyak orang yang mencoba menyuarakan tentang rasisme khususnya untuk ras kulit hitam?. Salah satu tokoh dunia yang menyuarakan hal ini adalah Nelson Mandela. Selama bertahun – tahun ia menghabiskan waktu di dalam penjara karena memperjuangkan hak untuk ras kulit hitam.

Sebelumnya, mari berkenalan dengan tokoh dunia satu ini. Nelson Rolihlahla Mandela lahir di sebuah desa bernama Mvezo, wilayah Tenggara Afrika Selatan. Ia tumbuh dalam lindungan tetua dan kepala suku yang membuat dirinya sangat mencintai warisan Afrika.

Saat ia menempuh pendidikan di Qunu, seorang guru memberikannya nama Nelson karena aturan sekolah yang mengharuskan murid memiliki nama Kristen. Mandela perang berupaya untuk mendapatkan gelar Bachelor of Arts di University College Fort Hare, namun usahanya tersebut tidak tercapai karena tergabung dengan aksi protes mahasiswa.

Karena ini raja tempat asalnya geram, ia mengancam akan mencarikan istri untuk Mandela juga sepupunya, Justin, jika mereka tidak kembali ke Fort Hare. Lalu mereka berdua memutuskan untuk kabur ke Johannesburd sampai tahun 1941.

Singkat cerita ia bekerja dan berhasil merampungkan pendidikannya. Lalu Mandela masuk ke politik dan aktif terlibat dalam gerakan anti-apartheid (Apartheid adalah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan dari sekitar awal abad ke-20 hingga tahun 1990). Ia juga bergabung dalam Kongres Nasional Afrika di tahu 1942.

Di tahun 1949, kongres tersebut resmi untuk mengadopsi liga pemuda untuk bisa mendorong gerakan akar rumput asal dalam menggelar boikot, pemogokan, pembangkangan, dan juga tidak bekerja sama.

Selama 20 tahun lamanya Nelson Mandela mengarahkan tindakan damai, tanpa adanya kekerasan, menentang pemerintah Afrika Sekatan dan kebijakan Rasialnya. Ia mendirikan sebuah firma hukum yang menyediakan layanan hukum gratis dengan biaya rendah untuk para orang kulit hitam. Namun di tahun 1956, Mandela dengan 150 orang lain ditangkap karena tuduhan berkhianat.

Ia mengatur pemogokan kerja Nasional selama 3 hari dan memimpin aksi serupa di tahun berikutnya. Nelson Mandela pun dijatuhi hukuman penjara 5 tahun. Tidak berhenti sampai situ, ia kembali dibawa ke pengadilan karena pelanggaran politik, termasuk sabotase.

27 tahun lamanya ia habiskan di dalam penjara. Ia pernah mengidap sakit, namun karena merupakan ras kulit hitam, ia mendapatkan perawatan yang terendah. Namun uniknya, meski ia dipenjara ia tetap mendapatkan gelar Sarjana hukum melalui program korespondensi Universitas London.

Akhirnya di tahun 1990, Nelson Mandela dibebaskan setelah Frederik Willem Ed Klerk mengumumkan pembebasannya. Setelahnya Nelson Mandela terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama pada tahun 1994.

Saat itu ia melakukan beragam gerakan yang membuat ras kulit hitam tidak lagi ditindas hingga akhir hayatnya. Semoga apa yang dilakukan Nelson Mandela ini bisa kita ambil nilai positifnya, ya!

Terima Kasih, Ibu.

Kenalkan, aku Ria. Aku anak pertama dari 3 bersaudara yang dibesarkan oleh ibu. Ayah kami meninggalkan kami ketika aku berusia 8 tahun. Kala itu, ibu tampak terpukul dengan kepergian Ayah, namun ia tetap terlihat tegar di hadapan kami. Setiap malam aku melihat ibu diam – diam menangis di kamar. Aku tidak tega mendengar rintihan tangis ibu, namun aku juga tidak bisa memeluknya kala itu, aku malu untuk melakukannya.

Kini usiaku sudah 24 tahun dan sedang bersiap untuk wisuda. Tepat pada hari ini ibu dan adik – adikku mengatakan mereka akan datang ke kota di mana aku menempuh pendidikan tinggi. Aku sangat senang karena sudah setengah tahun lamanya kami tidak berjumpa.

Oh ya, selama aku berkuliah, ibuku yang memberikanku kesempatan untuk bisa duduk di bangku kuliah. Karena masalah ekonomi, ketika aku lulus SMA, aku sempat mengatakan pada ibu jika aku ingin bekerja saja dan membantu perekonomian keluarga. Namun kala itu ibu mengatakan ia tidak ingin pendidikanku terehenti di bangku SMA.

Kini aku sudah dengan bangga memakai togaku dan tengah menanti kehadiran ibu dan kedua adikku. Aku harap mereka tiba tepat waktu sehingga bisa menyaksikanku berdiri dengan bangga di depan sana dan menyebut nama ibu sebagai seseorang yang aku banggakan.

Hai, aku Mitha. Anak ke dua dari 3 bersaudara. Aku dibesarkan oleh ibu, Ayah sudah meninggalkan kami ketika aku berusia 3 tahun. Aku tidak ingat apa – apa tentang ayah, jadi aku berterima kasih kepada sebuah foto usang yang ibu pajang di ruang tamu. Karena foto itu aku tahu bagaimana paras tampan Ayah.

Kini aku, ibu, dan adikku tengah bersiap untuk berangkat menuju kampusnya Kak Ria. Ia hari ini akan wisuda dan juga berpidato singkat karena sudah menjadi salah satu mahasiswa terbaik di kampus tersebut. Aku turit bangga mendengar kesuksesan Kak Ria.

Ibu sedari tadi mengatakan ia sudah tidak sabar ingin melihat anak perempuan tertuanya itu dan memeluknya erat. Aku tahu sekali ibu sangat bangga dengan apa yang kak Ria capai.

Wanita yang telah melahirkanku ini sebenarnya selalu bangga dengan apa pun yang anaknya lakukan. Teringat aku ketika aku berumur 11 tahun. Kala itu aku mengikuti lomba menggambar, hanya saja hasil karyaku bahkan tidak masuk dalam 10 besar.

Saat itu aku sangat bersedih, aku mengatai diri sendiri bodoh dan semacamnya. Merasa bersalah karena biaya untuk mengikuti lomba itu mahal, padahal saat itu keluarga kami tengah menerima cobaan karena adikku sakit.

Namun ibu mengatakan ia tidak masalah kalau aku kalah. Ia juga mengatakan kalau jangan takut untuk terus mengikuti lomba – lomba yang ada. Ibu akan selalu mendukung dan memberikan yang terbaik untukku katanya.

Berkat ibu, kini aku mendapatkan beasiswa di salah satu kampus seni di Jakarta. Ia tidak pernah berhenti mendorongku untuk melakukan apa yang aku suka dan tidak pernah marah jika aku gagal. Ibuku adalah wanita terbaik yang tuhan kirimkan untukku.

Hai, aku Denny. Umurku 1 tahun ketika Ayah pergi meninggalkanku, jadi jangankan ingat mengenai Ayah, ketika aku lahir saja aku mengira aku memang terlahir tanpa Ayah dan berbeda dari teman – temanku lainnya. Namun foto yang ada di ruang tamu itu seakan menamparku, aku memiliki Ayah.

Menjadi satu – satunya anak laki – laki di keluarga menjadi sebuah beban tersendiri bagiku. Apalagi kami tidak memiliki sosok Ayah yang bisa menjadi panutan. Teman – temanku kerap kali mengisahkan tentang Ayahnya yang hebat, tapi bagaimana aku mengisahkan tentang Ayah?

Saat aku berumur 9 tahun, kala itu ibu membelikanku sepeda. Karena aku penasaran, aku bongkar sepedah tersebut. Namun sayangnya aku tidak bisa memasagnya kembali. Kala itu ibu membantuku memasangkan kembali bagian – bagian dari sepeda itu. Ia tampak sangat mahir melakukannya.

Ibuku hebat…

Itulah yang ada dibenakku kala itu. Karena ibu, entah kenapa kini aku termotivasi untuk menjadi seorang mekanik. Doakan aku, ya, kawan.

Biografi Bruce Lee, Perjuangan Menjadi Aktor Bela Diri Dunia

Siapa yang tidak mengenal sosok Bruce Lee? Seorang legenda yang menjadi aktor bela diri paling legendaris di dunia. Keterampilannya dalam melakukan bela diri sangatlah membuat banyak orang terpukau. Bela diri seakan sudah menjadi bagian dalam tubuh dan jiwanya.

Bruce Lee lahir pada tahun naga, tepatnya di tanggal 27 November 1940 di salah satu rumah sakit yang ada di San Fransisco. Dokter yang menangani kelahirannya memberikan nama Inggris padanya, jadilah namanya Bruce Lee Jun Fan.

Ia merupakan anak dari pasangan Lee Hoi Chuen dan Grace Ho. Bruce memiliki 4 orang saudara yang bernama Phoebe, Agnes, Peter, dan Robert. Ayahnya bekerja sebagai seorang seniman opera, saat Bruce lahir, keluarganya tengah melakukan tur di Amerika.

Saat Bruce Lee berusia 3 bulan, ia dibawa ke Hong Kong. Namun karena cuaca panas dan lembab di Hongkong, membuat Bruce Lee menjadi sakit – sakitan dan ibunya merawatnya hingga kesehatannya kembali.

Ketika Bruce berusia 6 tahun, ia untuk pertama kalinya berakting dalam film yang berjudul “A Beginning of A Boy”. Tidak mengherankan, karena ayahnya sendiri merupakan seorang aktor film.

Waktu semasih kecil, Bruce merupakan anak yang sangatlah rapuh. Ia kerapkali kalah dalam pertarungan ala jalanan. Itulah yang membuat ia berdiskusi dengan ibunya dan akhirnya memutuskan untuk belajar seni bela diri.

Mempelajari seni bela diri Wing Chun, ia berguru kepada Ip Man, seorang master bela diri yang terkenal. Selain itu ia juga berguru kepada master kungfu Siu Hon Sung.

Biasanya dibutuhkan sampai 3 minggu untuk dapat menguasai 30 jurus Siu Hon Sung. Namun karena kepiawaiaannya dalam melakukan bela diri, Bruce Lee hanya membutuhkan waktu 3 hari saja.

Dari Ayahnya, Bruce Lee mendapatkan kemampuan Anggar. Bukan hanya itu, bahkan ia bisa menari cha – cha dan berhasil meraih trophy Cha – Cha Championship di Hongkong di tahun 1958.

Karena merasa dirinya sudah mahir dalam bela diri, ia ingin mencoba menguji kekuatannya dengan bertarung jalanan. Namun aksinya ini dihentikan pihak kepolisian dan ibunya mendapatkan peringatan karena ulah Bruce Lee. Inilah yang membuat Ayahnya mengirim Bruce ke Amerika agar bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.

Banyak hal yang ia lalui selama di Amerika. Termasuk ketika ia mengajari temannya bela diri karena kerap kali diserang. Itulah yang menjadi cikal bakal dari adanya sekolah bela dirinya.

Pada tahun 1961 ia bertemu dengan seorang gadis bernama Linda Emery dan kemudian dinikahinya. Dari pernikahannya ini ia memiliki 2 anak yang bernama Brandon dan Shannon.

Di tahun 1964, ia mengikuti suatu turnamen karate dan Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan 1 inchi yang legendaris. Ada seorang produser acara televisi yang snagat terkesan dengan apa yang Bruce lakukan. Setelah diproses, akhirnya Bruce mendapatkan peran sebagai Kato dalam film Green Hornet. Meski hanya peran pembantu, namun popularitasnya mengalahkan di pemeran utama.

Van Williams, sang pemeran utama, mengatakan gerakan Bruce sangatlah cepat untuk bisa kamera tangkap, oleh sebabnya Bruce diminta untuk memperlambat pergerakannya.

Setelah itu Bruce mendapatkan banyak tawaran film, seperti salah satunya ‘A Man Called Ironside’ yang ia perankan tanpa menggunakan Stuntman. Bahkan aktor satu ini juga memprodusi, membintangi, dan menyutradarai filmnya sendiri.

Kini Bruce sudah wafat mendahului kita di usianya yang terbilang masih muda, yaitu di umurnya yang ke 32 tahun. Ia wafat karena serangan Brain Swelling yang membuatnya terus merasakan sakit kepala. Semoga karyanya akan terus bisa kita kenang, terima kasih Bruce Lee!