Tag Archives: tantangan

Michael Jordan Menjual Baju Bekas Seharga 1200$ Saat Kecil

Buat kalian yang suka dengan olaharaga basket tentunya mengenal betul siapa Michael Jordan. Pemain Basket Handal bernama asli Michael Jeffrey Jordan dikenal sebagai pebasket legendaris. Namanya begitu dikenal di hampir seluruh dunia berkat keahliannya bermain basket. Michael dianggap sebagai pemain basket terbaik di dunia setelah menggelar 6 juara serta 5 kemenangan sebagai pemegang MVP regular.

Nama Michael Jordan sudah banyak dijadikan Brand Ambassador di beberapa merk ternama, salah satunya adalah Nike Air Jordan. Fotonya saat menjadi pemain basket saja masih terpampang. Baik di banner maupun cover perjudian Sportsbook yang dapat kamu lihat saat Daftar SBOBET Terpercaya . Saat ini Jordan sudah pensiun dari dunia olahraga sejak tahun 2003 setelah bermain untuk Washington Wizards. Dan kini ia beralih menjadi pemilik tim NBA, Bobcats.

Biografi Singkat Michael Jordan

Pria berkulit hitam ini dulunya lahir di daerah Brooklyn yang tidak terawat serta kumuh pada tanggal 17 Februari 1963. Hidup didalam keluarga miskin tentu bukanlah hal mudah bagi Jordan Kecil. Saat itu Ayahnya berusaha keras untuk menghidupi Jordan dan keempat saudaranya. Tidak cukup mendapat kesulitan ekonomi, Jordan sejak kecil sudah merasakan yang namanya diskriminasi akibat kelahirannya sebagai kaum kulit hitam.

Makna Perjalanan Hidup Michael Jordan

Saking kesulitannya hidup sang legend semasa kecil, ia pernah harus berjualan kaos bekas demi membantu ayahnya waktu itu. Suatu hari saat Jordan berusia 13 tahun, sang ayah menyuruh Jordan untuk menjual satu buah pakaian bekas dengan harga 2$ yang semestinya hanya akan laku seharga 1$. Namun karena Jordan kecil ini tidak ingin mempersulit keadaan, saat itu ia melakukan perintah dari sang ayah.

Dengan niat baik dan usaha Jordan, ia bersihkan baju bekas tersebut dan merapihkannya agar layak dijual dengan harga 2$. Keesokannya selama 6 jam berlalu. akhirnya pakaian tersebut terjual dengan harga 2$. Beberapa hari ia lakukan penjualan baju bekas seharga 2$, namun tidak lama ayahnya menyuruh hal yang sama lagi.

Bedanya, kini ayahnya meminta agar pakaian bekas yang harus dijual tersebut bisa laku dengan harga 20$. Jordan tidak menolak permintaan ayahnya, ia justru mendapat ide agar baju bekas tersebut layak dijual seharga 20$. Ia meminta sepupunya yang pandai melukis untuk menggambarkan karakter Donald Duck dan Mickey Mouse di baju tersebut dan kemudia menjajakan pakaiannya di sekolah elit. Tidak lama setelahnya, seorang pengasuh yang sedang menjemput anak majikannya yang bersekolah disana mau membeli pakaian tersebut. Jordan mendapatkan harga yang sesuai dan bahkan ia mendapat tambahan 5$ sebagai tip karena anak orang kaya tadi sangat menyukai pakaian tersebut.

Michael Jordan Pernah Jual Baju Bekas Seharga 1,200$

Karena Jordan berhasil menjual pakaian bekas tersebut seharga 25$, sang ayah memberikan tantangan kembali dengan meminta Jordan menjual pakaian bekas seharga 200$. Tentu saja butuh waktu yang sangat lama untuk Jordan mampu menjual baju bekas tersebut. Namun berkat kegigihan dan akal cerdas Jordan, dalam beberapa bulan ia mampu menjual baju tersebut seharga 1200$. Sangat jauh dari tantangan sang ayah bukan? Pastinya kalian sangat heran kenapa bisa baju seharga 1$ bisa terjual 1200$ yang padahal 200$ saja tidak mungkin.

Ternyata ide yang datang pada Jordan saat itu adalah ketika seorang aktris pemain Charlie Angels, Farah Fawcett datang ke New York. Jordan kecil dengan nekat menerobos pihak keamanan untuk mendapat tanda tangan darinya. Tentu saja baju dengan tanda tangan Farah Fawcett tersebut ia lelang dengan harga tinggi. Beruntungnya ada seorang pengusaha menawarkan baju bekas bertanda tangan Farah Fawcett itu seharga 1200$. Sesaat ayahnya tau Jordan mampu menjual bajunya setinggi itu, ayahnya menangis terharu dan akhirnya mengakui bahwa ia hanya ingin memberikan pembelajaran hidup pada anaknya.

Sama seperti modal nekad Bob Sadino saat menikahi istrinya, kurang lebih pesan dari Ayah Jordan sebagai berikut:

“Pakaian bekas yang merupakan benda mati seharga 1 dollar saja bisa kita jual mahal dengan menambahkan nilainya. Apalagi kita sebagai makhluk hidup dengan kelebihan akal pada tubuh kita? Meskipun miskin dan berkulit gelap bukan berarti kita tidak memiliki nilai, semua tergantung pada diri masing-masing bagaimana mendayagunakan potensi pada diri kita.”